Kisah Pengusaha UKM Gaet Pembeli Pakai Iklan Google

Reaksi Nosa Pratama nyaris datar ketika agen iklan Google mendatangi kedai kopi Kofluck (Koffie Lucky) miliknya di Bandung. Si agen iklan itu menjanjikan kedainya bisa dikenal banyak orang dengan pemasangan iklan digital Google AdWords Express.

Nosa hanya mengiyakan saja tawaran tersebut. “Awalnya saya tidak tahu. Saya coba saja,” kata laki-laki berusia 26 tahun itu, yang membuka kedai kopi dua setengah tahun lalu.

Selanjutnya, mereka berdiskusi untuk memilih kata kunci dalam tiga baris saja tentang kopinya. Kata kunci inilah yang kemudian dipasang oleh Google sebagai kata kunci dalam iklan digital Kofluck. Setiap pengguna Search Google mengetik kata kunci tersebut akan diarahkan pada situs Kofluck.

Sebulan berlalu, pembeli berdatangan. Bukan dari Bandung saja tapi banyak pesanan datang dari luar Bandung. “Penjualan naik 60 persen setelah iklan di Google AdWords Express,” kata lulusan Program Magister Manajemen Universitas Widyatama, Bandung, Kamis, dua pekan lalu.

Dalam tujuh bulan terakhir, dia membelanjakan iklan di AdWords Express Rp 1,5-2 juta per bulan tapi dampaknya langsung terasa. Kopinya laris manis. Jumlah karyawan pun bertambah dari semula empat orang menjadi 15 orang yang tersebar di tiga lokasi kedai.

Ajaib? Bisa dibilang begitu. Padahal sebelumnya Nosa terbilang aktif dalam berpromosi lewat media sosial. Namun, nyatanya, seperti kebiasaan 100 juta masyarakat Indonesia yang menggunakan Internet, pembeli kopinya lebih banyak tahu kedainya dari mesin pencari Google ketimbang media sosial.

Tak hanya Kofluck, iklan Google membantu bisnis Nova Dewi. Wanita itu mengusung merek Suwe Ora Jamu yang telah berdiri sejak 2013 di Kebayoran Baru. Selain menjual jamu, kopi, dan makanan, kini Dewi menyediakan ruangan untuk pertunjukan langsung, pemutaran film, dan tempat berjualan pengusaha usaha kecil dan menengah lainnya.

Nova mengandalkan penyimpanan dokumen online Google Drive untuk memantau operasional bisnisnya melalui telepon pintar. Dia mulai menggunakan saluran video online untuk memberi informasi ke pelanggan tentang jamu dan cara menyiapkannya.

Teknologi digital pula yang melambungkan HijUp, e-commerse busana muslim terdepan, sampai ke pasar internasional. Ada pula Brodo Footwear, perusahaan mode laki-laki, yang lebih dari 80 persen penjualannya berasal dari toko online.

Tak bisa dipungkiri ini adalah buah dari program Google Bisnisku yang dirancang Google untuk para pemilik usaha di kelas usaha kecil dan menengah. Berangkat dari kendala umum yang dialami oleh para pelaku usaha yang salah satunya kesulitan membuat situs web sendiri. “Alasannya, rumit, mahal, dan memakan waktu lama,” kata Head of Corporate Communication Google Indonesia, Jason Tedjasukmana, pertengahan Mei lalu.

Dengan layanan yang diluncurkan pertengahan Mei lalu, pelaku usaha tak perlu punya staf teknologi informasi. Cukup dengan ponsel pintar dan mendaftarkannya dengan e-mail dari gmail.com. Sepuluh menit kemudian, toko itu sudah bisa diakses oleh semua perangkat secara cepat. “Mau dari desktop atau smartphone bisa mengakses,” kata Jason.

Dalam kolom pendaftaran Google Bisnisku, hanya perlu mengisi nama entitas bisnis atau merek, nama wilayah, alamat, kota, kode posting-an, nomor telepon, kategori barang atau jasa, situs webyang telah dimiliki, dan model pengiriman barang.

Jenis desain bisa pilih karena mereka menyediakan template, termasuk memilih tema yang cocok, foto yang menarik, dan menceritakan keunikan produk. Keuntungannya, situs itu bisa ditemukan di mesin penelusuran Google dan Google Map. Itu artinya, pengelola usaha tak usah memikirkan cara agar merek atau lokasi bisnis mereka bisa nongol di mesin pencari. Dan, semua itu gratis.

Namun, bila ingin penjualan meningkat lebih cepat bisa mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan Google AdWords Express yang berbayar. Nosa Pratama dan Nova Dewi telah membuktikan keampuhan iklan itu. Hasil dari penelusuran melalui iklan Google membawa para pelanggannya datang ke toko mereka dan melakukan transaksi di meja kasir.

5/5 (1)

Please rate this

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *